Sudah lama juga tidak ikut belajar didalam kelas kecuali training selama 1 tahun lebih semenjak aku lulus dari AMIKI Banda Aceh pada pertengahan 2007 lalu. Kebiasaan belajar yang begitu bersemangat dulu kini sudah mulai pudar yang disebabkan oleh aktifitas kerja yang begitu padat sehingga serasa tak sempat untuk membuka buku-buku yang perlu dipelajari apalagi mendengarkan ceramah dosen dikelas yang kadang-kadang sungguh mebosankan.
Tapi semua itu semenjak 1 November 2008 aku harus menjalani nya kembali, sebab aku telah berstatus mahasiswa kembali pada Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah (USM) Banda Aceh dengan jurusan Teknik Informatika.
Hari pertama kuliah terasa kaku dengan teman-teman kelas yang hanya sedikit aku kenal ditambah lagi pengaruh kelas exstensi yang notabane nya diikuti oleh kaum pekerja dengan umur tentunya sudah berkepala 3, tapi masih ada juga mahasiswa-mahasiswa muda pindahan dari kampus lain seperti LP3i dan MIPA Unsyiah.
Perkuliahan dimulai jam 8.00 dengan mata kuliah Rekayasa Perankat Lunak di ruang G.1.1 sesuai dengan jadwal kuliah yang dikeluarkan pihak kampus, tapi sayang setelah ditunggu 1 jam lebih dosen nya tidak juga nongol dan akhirnya kami dapatkan informasi kalau pak dos nya berhalangan hadir, wah kelas pertama ku gagal total.
Setelah 1 jam lebih duduk di ruang kelas kami semua beranjak ke kantin untuk menunggu jam perkuliahan berikutnya pada pukul 11.50, sambil menunggu saya sempat membuka lapto dan online menggunakan koneksi dari telkomsel flash yang biasa saya gunakan dan sempat pulat melakukan update blog ini denga judu Aceh Bloggers Day. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 sampai-sampai saya lupa akan waktu kalau sudah online, begutu lihat jam langsung mematikan laptop dan meninggalkan kantin menuju kelas di ruang G.1.2. Sesampai di kelas perkuliahan tenyata sudah dimulai susui dengan jadwal, jadinya saya te;at beberapa menit tapi tidak apalah yang perkuliahan nya tetap jalan.
Saat perkulihaan sedang berlansung tentunya ada hal-hal yang perlu kita catat, saya telah menyiapkan sebuah buku dan dua buah polpen didalam tas yang saya beli pada saat saya baru sampai dikampus. Tapi apalah daya polpen yang baru saja dibeli keduanya ternyata tak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, setiap saya mau menulis polpen nya selalu saja macet. Akhirnya saya minta ijin untuk membeli 1 polpen baru lagi. Nasib..oh nasih...
Jam menunjukkan 13.30 perkuliahan dengan mata kuliah Manajemen Teknologi Informasi pun berakhir, kami semua meninggalkan ruang dan pulan ke rumah masing-masing untuk makan siang dan istirahat sejenak. Saya sudah merencanakan sebelumya setelah selesai kuliah akan menghadiri acara kenduri hakiqah dirumah teman kerja dengan teman-teman kain yang sudah menunggu saya selesai kuliah.
Setelah makan di tempat acara hakiqah saya sempat ngobrol panjang lebar dengan teman-teman sampai saya kembali lupa waktu yang mebuat saya kembali terlambat mengikuti perkuliahaan yang berlansung dari jam 14.30 sampai 16.10 dengan mata kuliah Matematika Diskrit. Mata kuliah ini yang mebuat saya pusing tujuh keliling kerana materi yang diajarkan membutuh pemekirian dan logika yang tinggi. Dalam perkuliahan saya sempat menanyakan beberapa pertanyaan kepada dosen tentang hal-hal yang tidak saya pahami. Walaupun berat jam 16.10 akhir nya sampai juga dan perkuliahan pun berakhir, kami semua meninggalkan kampus dengan ucapan sampai jumpa besok.
Aceh Bloogers Day 2008
Published November 1, 2008 Teknologi Informasi 4 CommentsTags: Aceh, Aceh Blogger Community, Aceh Blogger Day, nanggroe
Setela dicoba mesin translate google tersebut lumayan canggih dan layak untuk di bookmark sebagai layanan translator anda kerana fasilatas yang ditawarkan berupa bermacam-macam bahasa bisa di terjemahkan. yang lebih fantastis adalah layanan translate halaman website. Anda bisa meterjemahkan sebuah halaman website berbahasa inggris ke bahasa indonesia dalam hitungan detik (tergantuk koneksi), wo luar biasa buka.
Kalau berbicara dengan hasil terjemahan yang rancu meneurut saya yang awam dalam segi bahasa, hal ini masih bisa di tolelir karena tidak menghilangkan makna secara keseluruhan yang pada intinya kita masih bisa memahami hasil terjemahan nya. Layanan gratis ini bila dibandingkan dengan software berbayar masih lebih bagus kualitasnya, kenapa tidak mencobanya?

Aceh Bloger Days "BLOGGER go to SCHOOL"
ANDAKAH PEREMPUAN PERDAMAIAN?
Jika Anda atau teman Anda merasa telah melakukan kegiatan yang terkait dengan pembangunan perdamaian di Aceh, maka daftarkan diri, teman, atau kenalan Anda, yang dianggap layak dikategorikan sebagai Perempuan Perdamaian, untuk menerima Aceh Peace Award 2008 yang akan diberikan oleh Aceh Peace Resource Center (APRC)-BRA.
APRC adalah lembaga independen yang membantu implementasi tugas-tugas Badan Reintegrasi–Damai Aceh (BRA), bermaksud memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada mereka yang secara nyata dan berkelanjutan aktif melakukan kerja-kerja pembangunan damai di Aceh, serta memberikan perhatian yang signfikan terhadap pemajuan partisipasi dan peningkatan kesejahteraan perempuan.
Formulir dapat diperoleh dan dikembalikan ke Kantor APRC-BRA, Kompleks Taman Sri Ratu Safiatuddin No. 1, Lampriek - Banda Aceh. Khusus untuk luar Banda Aceh, formulir dapat diperoleh di Kantor-kantor BRA setempat dan dikembalikan ke Kantor APRC-BRA sesuai alamat di atas. Pendaftaran dapat juga diakses dengan menghubungi Hotline Aceh Peace Award 2008 di (0651) 755 1604 dan PATIMADORA di (0651) 48973, atau melalui www.bra-aceh.org.
Batas pengembalian formulir paling lambat tanggal 31 September 2008 cap pos.
Penghargaan Bagi Perempuan Perdamaian (Peacemaker) Aceh, dibagi atas 3 (tiga) kategori, yakni :
- Perempuan yang bekerja untuk mencegah konflik dan menghentikan permusuhan (bersifat preventif)
- Perempuan yang bekerja untuk mempromosikan perdamaian melalui kegiatan pendidikan,pemberdayaan dan meningkatkan kesejahteraan (bersifat promotif)
- Perempuan yang bekerja untuk kegiatan rehabilitasi para korban konflik.
Nominator adalah para individu perempuan yang secara konsisten memperjuangkan dan menjaga serta memajukan perdamaian di Aceh dalam rentang waktu 3 (tiga) dasawarsa terakhir (1978-2008), baik yang bersifat promotif, rehabilitatif, maupun yang bersifat preventif (mencegah perang atau konflik berlanjut). Nominator dapat berdomisili di Aceh, maupun di luar Aceh.
Peserta akan diseleksi dalam beberapa tahapan oleh dewan juri independen yang memiliki kapabilitas dan berpengalaman di bidangnya. Aceh Peace Award 2008 akan diberikan kepada 3 (tiga) nominator unggulan dari tiga kategori, pada peringatan Hari Ibu, tanggal 22 Desember 2008.
Keputusan dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Aceh Peace Resource Center (APRC) – BRA, didukung Yayasan PATIMADORA, LINA , USAID, dan Serasi Project-IRD."Ini bukanlah masalah berat secara total, tetapi tergantung kepada berapa lama anda memegangnya. Jika saya memegangnya selama 1 minit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggil ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan bertambah".
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya". "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, beistirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari kantor, kampus dan sebagainya, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawanya pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di bahu anda hari ini, cuba tinggalkan sejenak jika boleh. Setelah istirahat, ambilnya kembali.
Diambil dari : Koleksi Cinta
“Tidak, kita tidak miskin, Aiko,” jawab ibunya.
“Apakah kemiskinan itu?” Aiko, si anak, bertanya lagi. “Miskin berarti tidak mempunyai se suatu apapun untuk diberikan kepada orang lain.”
Aiko agak terkejut. Oh! Tapi kita memerlukan semua barang yang kita punya, apakah yang dapat kita berikan” katanya menyelidik.
“Kau ingat makcik penjual kue yang menjaja keliling kampung ke sini minggu lalu? Kita memberinya sebahagian dari makanan kita kepadanya. Kemudian dia datang kebali ke sini. Kita berikan dia tempat tidur, kerana dia tidak ada tempat untuk menginap malam itu?
“Rumah kita pun jadi sempitkan?” jawab Aiko. Tapi si ibu tidak mengaku kalah “Kan kita selalu memberikan sebahagian dari sayuran kita kepada keluarga Watari, bukan?” katanya.
“Ibulah yang memberinya. Hanya saya seorang yang miskin. Saya tidak punya apa-apa untuk diberikan kepada orang lain.”
Si ibu tersenyum dan memberikan pandangan pada anaknya. “Oh! engkau pun ada sesuatu. Setiap orang mempunyai sesuatu untuk diberikan kepada orang lain. Pikirkanlah hal itu dan kau akan menemukan sesuatu.”
Tidak lama kemudian, si anak mendapatkan jawabannya. “Bu! Saya mempunyai sesuatu untuk saya berikan. Saya dapat memberikan cerita-cerita saya kepada teman saya. Saya dapat memberikan kepada mereka cerita-cerita dongeng yang saya dengar dan baca di sekolah.”
“Sudah semestinya! Kerana kau pandai bercerita, seperti bapamu juga. Setiap orang senang mendengar cerita.”
“Saya akan memberikan cerita kepada mereka, sekarang ini juga!” kata Aiko.
Diambil dari : Koleksi Cinta
Saya juga ingin mengucapkan selamat buat kawan-kawan yang telah bekerja keras menyiapkan fasilitas blog gratis bagi semua kita, meraka juga telah menjadi agent of change dalam dunia maya (cyber) khususnya di ranah nanggroe geutanyo. Bagaimana tidak kita sebutkan seperti itu? meraka telah menghadirkan fasilitas yang luar biasa dan satu-satunya di nanggroe geutanyo dalam pelayanan blog gratis dan yang luar biasa adalah ide untuk membuat nanggroe digital layaknya sebuah pemerintahan resmi. bukankah itu suatu perubahan yang patut diacungin jempol.
Membangun sebuah komunitas seperti acehblogger.org bukanlah hal yang mudah apabila kita tidak mau bersatu, tapi akan menjadi hal yang sangat mengasyikkan kala kawan-kawan ikut terlibat aktif didalamnya dengan sumbang ide, saran dan kritikan melalui mailinglist.
Berawal dari itulah sebuah nanggroe.com hadir kehadapan kita ini dari tangan-tangan dingin aneuk nanggroe yang dengan kesederhanaan, tangan terbuka dan lapang dada dalam menerima kritik. Awal semua ini hanyalah sebuah diskusi warung kopi, tapi karena yang ikut diskusi bukanlah tukang ngomong tapi mereka adalah orang-orang bersahaja yang punya cinta-cinta membangun nanggroe Aceh yang lebih bermartabat, maka ide tersebut tidak hanya menjadi ide anak-anak muda yang tidak ada ujungnya melainkan lansung dilanjutkan dengan diskusi-diskusi kecil yang berujung pada pembebasan domain nanggroe.com.
Proses penentuan domain bukanlah hal yang sulit tapi memilik domain yang sudah didaftarkan oleh orang lain akan menjadi perkara yang rumit bahkan tidak mungkin. hmmm, tapi semua ini bisa dilakukan oleh aneuk nanggroe dengan pendekatan-pendekatan bersahabat terhadap pemilik domain. Harga domain yang diperkirakan akan melambung tinggipun ternyata tidak terjadi malah bisa mendapatkan secara gratis. Terima kasih telah menyumbangkan domain name ya.
Setalelah pembebasan domain name atau dalam istilah aneuk nanggroe adalah tanoh (tanah) dimana akan didirikan nanggroe, proses selanjutnya adalah pengadaan server tempat domain tersebut akan diarahkan. Server untuk membangun nanggroe tidak bisa menggunakan share hosting tapi harus memiliki server sendiri, tapi apalah daya aneuk nanggroe yang punya semangat tinggi juga ada keterbatasanya. Tapi tunggu dulu, bukan aneuk nanggroe namanya kalau pantang meyerah, diskusipun dimulai kembali untuk perkara mustahak ini yang menghasilkan kesimpulan untuk menggunakan VPS (virtual Private Server) yang bisa dinikmati saat ini. Harga yang terjangkau dengan tingkat efisiensi tinggi maka kami tanpa ragu merogoh kantong kami dalam-dalam untuk membiayai server ini.
Server telah tersedia dan sistem operasinya juga telah terinstall tapi apakah cukup disini saja? Oh tentu saja belum kawan, aneuk nanggroe harus berjibaku mencari free software untuk diinstall mulai dari apaceh, php, mysql, ProFTP, mail, dan lainya. Software untuk spesifikasi sebagai sebuah webserver telah terinstall, jalan menuju online ternyata belum juga datang masih banyak konfigurasi yang harus dilakukan, muali dari DNS server dengan menggunakan BIND sampai dengan setting domain wilcard di httpd.conf
Setelah server siap dengan segala softwarenya dan pernak-pernik nya yang hanya dimengerti oleh ahlinya nanngroe.com kembali dihadapkan pada masalah desain atau tampilan. Kami sadar tampilan bukanlah hal utama tapi pada zaman modern ini segala aspek pasti aka mempengaruhi aspek yang lain, memperhatikan segala sisi merupakan pilihan bijak tentunya.
Desain pun mulai digarap walaupun masih terlihat sangat sederhana, kami yakin pada saatnya tampilan yang diinginkan pasti akan tercapai dengan kerja keras dari aneuk nanggroe.
Akhirnya saya pribadi mengucapkan selamat atas online nya nanggroe.com sebagai salah satu penyedia blog hosting gratis bagi masyarakat luas.
Recent Comments